Berbagai Tips Mengatasi Gigi Ngilu
Gigi ngilu dapat muncul secara tiba-tiba ketika mengonsumsi makanan atau minuman yang terlalu dingin, panas, manis, atau asam. Sensasi yang dirasakan biasanya berupa nyeri singkat seperti tersengat dan dapat membuat aktivitas makan dan minum menjadi tidak nyaman.
Gigi ngilu sering kali berkaitan dengan gigi sensitif, tetapi kondisi ini juga dapat disebabkan oleh masalah lain, seperti gigi berlubang, gusi menurun, email gigi terkikis, atau kerusakan pada gigi. Karena itu, penting untuk mengetahui cara mengatasinya sekaligus mengenali kapan perlu memeriksakan diri ke dokter gigi.
1. Gunakan Sikat Gigi Berbulu Lembut
Salah satu kebiasaan yang dapat memperparah gigi ngilu adalah menyikat gigi terlalu kuat. Tekanan yang berlebihan dapat mengikis email gigi dan mengiritasi gusi.
Gunakan sikat gigi dengan bulu lembut dan lakukan gerakan menyikat secara perlahan. Hindari menggosok gigi dengan tekanan kuat, terutama pada bagian dekat garis gusi.
2. Pilih Pasta Gigi untuk Gigi Sensitif
Pasta gigi khusus gigi sensitif dapat membantu mengurangi rasa ngilu pada sebagian orang. Kandungan tertentu di dalamnya bekerja dengan mengurangi respons saraf gigi atau membantu menutup saluran kecil pada dentin yang terbuka.
Gunakan secara rutin dan ikuti petunjuk penggunaan pada kemasan. Jika keluhan tidak membaik setelah penggunaan rutin, sebaiknya konsultasikan dengan dokter gigi.
3. Hindari Pemicu Gigi Ngilu
Perhatikan makanan dan minuman yang membuat gigi terasa ngilu. Minuman sangat dingin, makanan atau minuman panas, makanan manis, serta makanan dan minuman yang bersifat asam dapat menjadi pemicu pada orang dengan gigi sensitif.
Bukan berarti semua makanan tersebut harus dihindari sepenuhnya. Namun, mengurangi frekuensi dan paparan terhadap pemicu dapat membantu mengurangi keluhan.
4. Jangan Langsung Menyikat Gigi Setelah Mengonsumsi Makanan Asam
Makanan dan minuman asam dapat melunakkan permukaan email untuk sementara. Menyikat gigi segera setelah mengonsumsinya berpotensi meningkatkan pengikisan permukaan gigi.
Sebagai langkah sederhana, berkumurlah dengan air setelah mengonsumsi makanan atau minuman asam. Berikan waktu sebelum menyikat gigi agar kondisi mulut kembali lebih netral.
5. Jaga Kebersihan Gigi dan Mulut
Plak yang menumpuk dapat meningkatkan risiko gigi berlubang dan masalah gusi, yang pada akhirnya dapat menyebabkan rasa sakit atau ngilu.
Sikat gigi secara teratur dua kali sehari menggunakan pasta gigi berfluoride. Jangan lupa membersihkan sela-sela gigi dengan benang gigi atau alat pembersih interdental sesuai kebutuhan.
6. Hindari Kebiasaan yang Dapat Merusak Gigi
Beberapa kebiasaan dapat meningkatkan risiko kerusakan gigi, misalnya menggigit benda keras, membuka kemasan menggunakan gigi, atau menggemeretakkan gigi.
Jika sering menggemeretakkan atau mengatupkan gigi, terutama saat tidur, konsultasikan dengan dokter gigi untuk mendapatkan penanganan yang sesuai.
7. Periksa ke Dokter Gigi Jika Ngilu Berulang
Perawatan di rumah dapat membantu mengurangi keluhan, tetapi tidak selalu mengatasi penyebabnya. Jika gigi ngilu terjadi terus-menerus, semakin parah, muncul pada satu gigi tertentu, atau disertai pembengkakan dan nyeri berkepanjangan, pemeriksaan dokter gigi diperlukan.
Dokter dapat memeriksa kondisi gigi dan gusi untuk mengetahui apakah terdapat gigi berlubang, kerusakan email, masalah gusi, atau kondisi lain yang membutuhkan perawatan.
Jangan Abaikan Gigi yang Sering Ngilu
Gigi ngilu bisa terasa ringan dan hanya berlangsung sesaat, tetapi keluhan yang berulang sebaiknya tidak diabaikan. Menjaga kebersihan gigi, menggunakan sikat berbulu lembut, memilih pasta gigi yang sesuai, serta menghindari pemicu dapat membantu menjaga kenyamanan gigi.
Jika keluhan menetap atau mengganggu aktivitas sehari-hari, segera lakukan pemeriksaan ke dokter gigi. Dengan mengetahui penyebabnya sejak dini, masalah gigi dapat ditangani dengan lebih tepat dan kesehatan gigi serta mulut tetap terjaga.
